Yaa.. ditengah malam ini kembali saya menulis
melanjutkan diary ini. Kali ini saya menuliskan tentang cerita dibalik
pembuatan take lagu saya dengan format acoustic. Mungkin teman-teman band saya
sudah banyak tahu bagaimana ideologis bermusic saya, saya yang memang tidak
cocok format acoustic dan lebih menyukai aransemen lagu
yang full rochestra string tapi kini saya mencoba mengesampingkan ideologis
saya demi memenuhi janji amanah saya sendiri akan membuatkan lagu acoustic
untuk seseorang pada malam hari itu dibulan Februari 2013.

Yaa.. untuk take lagu acoustic sendiri kali ini memang
saya buat sangat berbeda dari yang terdahulu dan bersifat exsclusive, karena
disini saya mencoba untuk pertama kalinya take langsung sendiri dengan gitar
acoustic meski saya menyadari bahwa saya bukan seorang gitaris serta tidak
mahir dalam formasi gitar player. Dan untuk pertama kalinya juga dilagu yang
saya buat kali ini bukan lagu ciptaan saya sendiri melainkan lagunya ciptaan “Piyu Padi” yang berjudul “Kasih Tak Sampai” yang saya take ulang
covering.
Yaa.. alasan memilih dan pemilihan lagu “Kasih Tak Sampai” disini mempunyai
history yang cukup panjang , untuk pertama kalinya saya pernah menyanyikan lagu
ini secara langsung kepada seseorang melalui telepon pada malam hari meskipun
saya sadar bahwa saya tidak bisa bernyanyi sebelum kita berpisah dan menjadi
teman biasa pada keesokan harinya.
Rencana pembuatan take recording lagu acoustic ini
sendiri sebenarnya sudah lama sekitar bulan Februari 2013 lalu setelah
selesainya lagu baru saya berjudul “Persahabatan” dan
rencana awal bulan Juni sudah masuk studio, tapi diperjalanan ketika tepat jatuh
diawal bulan Juni 2013 harus mengalami hambatan sesuatu sehingga mengharuskan
saya untuk tidak dilanjutkan karena alasan sesuatu hal.
Di awal bulan Juli ini kembali saya memberanikan diri
untuk menyelesaikan lagu berformat acoustic ini, alasan saya melanjutkan lagu
ini adalah ketika saya membaca sebuah ayat bahwa ketika kita berjanji memang
harus ditepati meski dalam kondisi sesulit apapun. Meskipun saya tahu dan menyadari keberanian saya menyelesaikan
lagu acoustic ini harus mengesampingkan rasa benci, rasa sakit hati, rasa sakit
ketika direndahkan seseorang, dll.
Tapi disini saya tidak akan berbicara banyak hal
masalah perjuangan saya, karena semua itu cukup saya dan Allah yang tahu. Tapi
disini saya akan membicarakan prosesi pengalaman take lagu dengan gitar saya,
salah satu alat musik selain Piano yang pernah saya pegang. Take lagu ini cukup
memakan waktu yang lumayan lama, apalagi bagi saya seorang pemula take live
dengan gitar acoustic. Ketika pembuatan take lagu ini kembali dihiasi dengan
turunnya hujan deras dikota Solo secara berturut-turut dan pas bertepatan
dengan bulan Ramadhan bertepatan dengan orang-orang ketika berpuasa diwaktu
yang penuh berkah.

Dalam take tersebut saya harus mengulangi berkali-kali
karena beberapa kesalahan baik dari saat masuk, tempo, waktu pengisian melodi
gitar dll. Dan belum ditambah dengan mood seoul lagu yang belum dapat dan rasa
ngantuk yang luar biasa, setelah beberapa saat beristirahat minum kopi dan
mengobrol dengan music director dan akhirnya kami melanjutkan kembali dan tak
terasa sudah masuk waktu sahur dan tepat juga semalaman tidak tidur untuk
menyelesaikan lagu tersebut.
Take lagu ini sendiri selesai dalam waktu seminggu
dimulai dari pembuatan quide, take gitar, melodi, mixing, engineering,
mastering dll. Setelah berpikir keras selama berhari-hari pada akhirnya sepakat
bahwa lagu ini tidak diisi dengan vocal karena saya paham tidak akan ada yang
bisa mengisi vocal arwah atau seoul dalam take gitar acoustic yang saya buat
karena memang sederhana tetapi sulit dipahami kata music director yang menemani
saya ketika take lagu tersebut.hehe
Alasan yang lainnya mengapa tidak diisi vocal juga
sambil menyelam minum air, selain bisa dinyanyikan oleh siapa saja sambil tidur
juga bisa untuk music pengantar tidur. Sengaja dibuat untuk musik pengantar
tidur karena dulu dia pernah bilang sering insomnia tidak bisa tidur ketika
bulan Februari 2013.
Yaa.. meski lagunya yang saya take tidak bisa mirip
sama dengan aransemen lagu aslinya tapi minimal dengan mendengarkan lagu ini
mempunyai manfaat paling tidak menghibur teman-teman semuanya yang mendengarkan
dan bisa untuk musik pengantar tidur bagi yang susah tidur dll.
Dengan selesainya lagu ini saya menyadari mungkin akan
berdampak sangat negatif untuk saya sendiri selain saya semakin direndahkan
sama seseorang yang dulu pernah dihati saya juga akan menjatuhkan harga diri
saya. Tetapi disini alasan saya menepati janji, bukan berbicara masalah harga
diri tetapi kembali pada ilmu yang pernah saya baca bahwa ketika saya berjanji
memang harus ditepati meski dalam keadaan sesulit apapun. Paling tidak dengan
selesainya lagu acoustic ini membuat saya lebih lega dan tenang tidak ada hutang serta sudah melakukan hal yang terbaik.
Dengan selesainya lagu ini mungkin saya sekarang
dianggap lemah oleh seseorang karena diperlakukan seperti apapun tetapi tetap diam, tetapi kalau kembali ke ayat bahwa yang baik dihadapan Allah
SWT adalah orang yang dianggap lemah oleh orang lain tetapi disetiap doa yang
dia panjatkan oleh Allah SWT mustajab, itu sekilas yang saya baca dari arti
dari Surat Al-Kahfi, 18:19 yang ada dibawah ini.
Harisah bin Warb r.a berkata, “Aku mendengar
Rasulullah SAW. Bersabda : “Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang calon
penghuni surga? Yaitu setiap orang yang lemah lembut dan dianggap lemah oleh
para manusia, tetapi jika dia bersumpah atas nama Allah, pastilah Allah
mengabulkan yang disumpahkannya itu. Maukah aku kabarkan kepada kalian calon
penghuni neraka? Yaitu Setiap orang yang memiliki harta tetapi kikir ; dia
bengis dan sombong”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)