Sabtu, 08 Juni 2013

Dia Yang Menjawab Doa Kita Saat Terdesak


            Disini saya akan mengupas tuntas tentang betapa dahsyatnya doa, iyaaa doa adalah sandaran bagi mereka orang – orang yang beriman. Saya menulis dan bercerita tentang Doa disini karena saya mengalaminya sendiri bagaimana kisah nyata saya ketika kita terdesak segala daya dan upaya sudah kita lakukan dan yang tersisa dan yang hanya bisa dilakukan hanya berpasrah diri serta hanya doa yang bisa menjadi sandaran kita untuk bertahan. Doa tanpa usaha sama juga kita meminta tanpa berusaha, sedangkan usaha tanpa doa sama juga kita berusaha tapi mengingkari kebesaran Allah yang Maha memberi.


            Doa itu, bagi orang yang beriman tak sekedar ibadah tempat mengharap pahala. Tetapi ia juga adalah sebagai sumber energi dan kekuatan, yang sekaligus menjadi bukti pengakuan kelemahannya kepada sang Maha Kuat. Ketika ia lemah dan merasa tak berdaya, doanya kepada Allah bisa menjadi sebab yang mengubah sebuah keadaan sulit dan menegangkan, berbalik menjadi kegembiraan dan kemenangan. Maka ia menjadikannya sandaran.

            Banyak berdoa merupakan tradisi para nabi. Kebiasaan orang-orang shalih, Jawaban-jawaban Allah terhadap keadaan sulit yang mereka alami, selalu lahir dari doa-doa dan rintihan mereka yang tiada yang putus.
 

            DOA ITU KEKUATAN

            Doa itu adalah energi, yang sangat terasa kala kita sedang terdesak. Namun ia tidak hanya membantu kita dalam keterdesakan, sebab doa itu, kata para ulama, sesungguhnya memberi dampak pada sesuatu yang terjadi dan yang belum terjadi.

            Kebersamaan Allah dengan kita tak pernah putus. Dia selalu ada, dimana saja kita berada dan dalam situasi sulit apapun yang kita hadapi. Sejengkal saja Dia tidak pernah menjauh, apalagi meninggalkan kita.
            TAK ADA lorong yang tanpa ujung. Tak ada malam yang tak terganti pagi. Setiap masalah selalu menyisakan celah untuk diatasi.

            JAWABAN DOA itu tergantung pada kejujuran kita untuk kembali dan menundukkan diri di hadapan-Nya, tidak tergesa-gesa dan kehilangan kesabaran. Jawaban itu selaras dengan kesungguhan taubat kita.


            DOA BISA MENOLAK TAKDIR

            Doa adalah obat yang paling mujarab. Doa juga bisa sebagai penangkal bala atau cobaan, mencegah musibah serta menghilangkannya. Doa juga dapat meringankan musibah yang datang. Doa adalah senjata bagi orang yang beriman. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya doa itu adalah senjata bagi orang yang beriman, tiang agama, dan sinar langit dan bumi.”

            Dalam kitab yang sama, diriwayatkan pula hadist, dari Ibn Umar ra Rasulullah SAW bersabda, “Doa itu bermanfaat bagi musibah yang telah turun dan yang belum turun. Oleh karena itu, wahai hamba Allah, kalian harus berdoa.”

            Dalam kitab tersebut, juga diriwayatkan hadist dari Tsaufan. Nabi Muahammad SAW bersabda, “Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa. Dan tidak ada yang menambah amal pahalanya kecuali kebaikan. Sesungguhnya seseorang tidak memperoleh rejeki mungkin karena dosa yang telah dilakukannya.”

Oleh : Prima Trisna Aji, S.Ked., S.Kep., Ns., CWCC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar