Hari Sabtu tanggal 01 Juni 2013
adalah bertepatan dengan hari Rokok sedunia yang diperingati oleh seluruh
masyarakat aktivitis sedunia yang menentang tentang zat adiktif yang bernama “Rokok”. Iyaa memang benar karena barang
tersebut sudah berapa banyak setiap hari manusia terjangkit kanker paru-paru
dan ribuan nyawa melayang karena barang tersebut. Saya disini juga salah satu
aktivis yang menentang rokok, iya benar selain barang ini sangat berbahaya dan
merugikan dan sampai detik ini pun saya tidak bisa menghentikan kebiasaan Ayah
saya yang juga seorang perokok berat.
Saya tahu sekali apa dampaknya rokok
terhadap tubuh manusia, sudah berjuta cara saya lakukan supaya Ayah saya tidak
merokok dan meninggalkan barang tersebut tetapi semua itu sia-sia. Ayah saya
selalu berusaha merokok tanpa sepengetahuan saya dan ibu serta keluarga saya.
Dan pada akhirnya saya tergerak untuk tergabung menjadi aktivis salah satu
kampanye anti rokok, saya paham tergabung menjadi aktivis anti rokok harus
siap-siap disibukkan juga dengan kampanye anti rokok. Karena selain sebagai dosen
pengajar salah satu Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Di Solo saya juga masih
terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas
Swasta dikota Solo. Meski sempat terhenti sekolah profesi Coas dikarenakan
biaya kini ditahun ini dibulan Juli saya kembali menyelesaikan sekolah Coass yang tinggal
menyelesaikan beberapa stase setelah saya off dan bekerja sebagai dosen
pengajar dan di Rumah Sakit. Ditambah dengan rencana dibulan September nanti saya akan melanjutkan jenjang Strata Dua di Universitas Gajah Mada akan membuat aktivitas semakin sibuk terutama ditambah menjadi aktivis kampanye anti Rokok.
Dan pada suatu saat hari yang saya
tunggu-tunggu pun datang, yaitu hari Rokok sedunia. Iyaa... pada acara Care
Free Day dikota Solo saya dan aktivis rokok lainnya kembali menggelar gerakan
dan pembagian selebaran dan menggugah kesadaran masyarakat supaya tersadar
bahwa Rokok itu sangat berbahaya. Entah tak tahu sampai kapan gerakan ini akan
berhasil dan menggugah masyarakat untuk sadar supaya tidak merokok lagi, tapi
saya tetap optimis untuk selalu terus berjuang sampai habis-habisan karena saya
percaya sesuatu yang dilandasi niat baik insya allah akan baik juga endingnya.
Karena saya sadar Ayah saya sendiri adalah seorang perokok berat dan saya tidak
ingin saya menyesal dikemudian hari karena saya tidak berbuat apa-apa untuk
menyadarkan Ayah saya dan masyarakat semuanya tentang bahaya merokok.
Yaa selama nafas ini masih
berhembus.. saya akan terus berjuang supaya Ayah saya dan masyarakat tersadar
bahwa Rokok adalah barang yang berbahaya yang bisa membunuh kita kapan saja...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar