Syukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada sesama manusia,
keduanya adalah padanan yang muncul bersamaan. Siapapun yang pandai mensyukuri
nikmat Allah, maka dia pandai berterima kasih kepada sesama. Dan keadaan itulah
yang akan memberi energi dan kekuatan hebat dalam diri seseorang.
BAGAIMANA PRAKTEK SYUKUR
DAN TERIMA KASIH ?
Kita bisa mempraktekkan
syukur dan terima kasih melalui dua cara, yakni “Kata” dan “Perbuatan”. Melalui
pekataan, yakni jika ada orang yang melakukan suatu pekerjaan untuk kita,
ucapkanlah terima kasih padanya. Katakanlah : “Terima Kasih banyak”. Atau
sampaikan kata-kata lain yang berisi ungkapan bahagia dan penghargaan kita atas
apa yang telah dilakukannya. Dengan perkataan itu, orang tersebut akan berterima
kasih juga pada kita.
Ucapan dan rasa terima
kasih seperti ini sama sekali tidak mengurangi kehormatan kita. Ini perlu saya
sampaikan, sebab ada sebagian orang yang merasa bahwa ucapan terima kasih itu
mengecilkan dan merendahkan harga diri. Ini keliru, sebab faktanya justru
kebalikan dari itu, rasa terima kasih itu akan memberi kekuatan dan kemampuan
luar biasa yang bisa memberi pengaruh hebat dalam kesuksesan kita di masa
depan.
Cara kedua adalah
melalui perbuatan atau sikap. Kita
harus bekerja secara optimal untuk orang lain sebagai tanda bahwa kita menjaga,
menghormati dan menghargai amanah yang mereka berikan pada kita. Misalnya, kita
menolong seseorang untuk memenuhi keperluannya atau kita bantu dia
menghilangkan rasa sedih dalam hatinya, atau bahkan kita sekedar melepas senyum
dihadapan saudara kita, menyisipkan kebahagiaan dihati anak kita, orang tua
kita dan semacamnya.
Boleh jadi para ilmuwan
tidak menyadari pentingnya proses ini, kecuali baru belakangan. Sementara Islam
telah menjadikan akhlaq bersyukur dan berterima kasih ini sebagai bagian
penting dari sikap seorang mukmin dalam rangka ibadah kepada Allah SWT, dengan
balasan surga. Jika kita bersyukur kepada Allah SWT dan berterima aksih kepada
manusia, maka balasannya adalah surga.
AMBIL ENERGI DARI SYUKUR
Yang paling banyak menarik perhatian saya dalam perkataan para pakar tentang ilmu kesuksesan, inovasi dan pengembangan kepribadian adalah, mereka rata-rata memulai hari dengan bersyukur kepada Allah SWT. Saya teringat sabda Rasulullah SAW yang juga memulai harinya, setelah bangun dari tidur langsung dengan mengucapkan “Alhamdulillah”. Dalam hadist shahih disebutkan bahwa jika Rasulullah SAW terbangun dari tidur malamnya, beliau mengatakan : “Alhamdulillahil ladziiahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.” Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya kami dikumpulkan. (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, Rasullullah
SAW ingin kebaikan kepada kita dan memerintahkan kita untuk bersyukur kepada
Allah dan juga berterima kasih pada sesama secara terus menerus atas kebaikan
yang kita rasakan. Bahkan, dalam sabdanya yang lain, kesyukuran kepada Allah SWT
dijadikan seimbang dengan terima kasih pada sesama manusia. Orang yang tidak
terbiasa berterima kasih pada manusia, tidak mungkin bersyukur pada Allah SWT.
Itulah yang terdapat dalam sabda Rasulullah SAW, “Tidak bersyukur kepada Allah, orang yang tidak berterima kasih pada
manusia.” (HR. Turmudzi)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar